30 DAYS CHALLENGE

5 Kebahagiaan Saya yang Sederhana

Sejak kecil saya tinggal di perumahan yang bisa dibilang kecil. Meskipun kecil tapi saya merasa aman dan nyaman karena saya bersama dua orang tua saya dan kakak saya, alias keluarga kecil. Meski kadang diwarnai keributan dari saya dan kakak saya yang selisih umurnya 6 tahun. Kami tumbuh bersama di lingkungan yang sederhana ini. Bagi saya, kebahagiaan itu sederhana dan penuh dengan kedamaian. Contoh kebahagiaan yang sederhana bagi saya adalah sebagai berikut.

#1 Berkumpul dengan Keluarga

Tidak ada waktu yang lebih berharga selain berkumpul dengan anggota keluarga. Dengan berkumpul dengan keluarga kecil maupun besar, kita dapat tertawa bersama dan berbagi banyak hal. Cerita-cerita seru dan melihat anak-anak kami saling mengenal menjadikan ikatan keluarga semakin kuat. Saya sangat senang ketika waktu-waktu ini hadir. Karena di tengah-tengah keluarga saya bisa merasakan bahwa inilah rumah saya.

#2 Melihat Anak Bahagia

Ini pertama kalinya saya menjadi orang tua dari anak yang berusia 12 bulan. Melihat anak saya bisa berjalan di usia 11 bulan, rasanya bahagia sekali. Apalagi kalau melihat anak saya melebarkan senyumannya atau mendengar suara tawanya yang menggemaskan. Masya Allah. Hati rasanya damai.

#3 Memanen Hasil Kebun Sendiri untuk Disantap

Kalau bisa menanam semua sayur mayur dari kebun sendiri itu rasanya lebih baik. Apalagi kalau sistem penanamannya secara organik. Walaupun untuk ukuran, hasilnya tidak sebesar yang memakai nutrisi tambahan dari pupuk sintetis maupun pestisida, setidaknya saya bisa menjamin sayur mayur dari kebun sendiri lebih aman.
panen sayur
Hasil kebun sendiri. Sumber: birdsandblooms.com

#4 Mempunyai Banyak Waktu untuk Membaca Novel

Sejak bekerja, intensitas baca novel saya semakin berkurang. Mata menjadi terlalu lelah karena hampir 12 jam harus menatap ke layar komputer demi menyelesaikan deadline. Tapi saya berusaha mengumpulkan beberapa novel untuk dibaca diwaktu senggang saya entah kapan itu. Karena setelah punya anak dan berdiam di rumah pun, waktu untuk membaca agak sulit.

#5 Menikmati Waktu Sore dengan Bersantai

Kalau waktu sore tiba, dulu saya kadang masih ada di depan komputer di ruang kantor sambil menatap motor dan kendaraan lain yang lalu lalang. Maklum, dulu sering lembur karena deadline, jadi jarang bisa menikmati waktu sore jam pulang kerja untuk bersantai. Buat saya ini momen langka. Bisa duduk di teras rumah, sambil mengawasi anak-anak main, sambil menikmati pemandangan di kebun. Begitulah bayangan saya tentang sore hari. Apalagi kalau ditemani makanan anget-anget seperti bakso. Merdeka banget rasanya.
santai sore
Menikmati santai sore di rumah. Sumber: judywinslowrealtor.com
Sebagai seorang perempuan, saya mengharapkan suasana rumah yang hangat. Keluarga kecil yang selalu menemani. Serta kebun kecil untuk menghilangkan penat setelah seharian sibuk dengan tugas negara. Kebahagian saya yang sederhana adalah hal-hal remeh seperti itu. Yang membuat saya merasa tentram dan damai menikmati ciptaan-Nya.

I am Okta, the Oktatopia.com owner. I am a new mother, a wife, and a woman in this universe. I am a new learner of green lifestyle, so feel free to make discuss on the comment board.

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.