enola
FILM/DRAMA,  REVIEW

Review Film: Enola Holmes, Adik Sherlock Holmes di Netflix

Pertama kali denger ada film tentang adeknya Sherlock Holmes, excited banget dong aku. Meski bukan seorang die hard expert pembaca novel Conan Arthur Doyle, aku pernah membaca tiga buku Sherlock Holmes karyanya yang kupinjam dari rental buku dekat rumah budheku. Jadi aku nggak baca buku seri terakhir yang membuatku kejebak kalau Sherlock beneran punya adek perempuan. Setelah menonton, ada dua perasaan yang saling bertolak belakang, yaitu kecewa dan puas. Seberapa mengganggu sih, kisah Enola Holmes ini?

Sherlock Holmes punya Adik?

Sebelum kusebar tentang sinopsisnya, aku pengen menulis tentang keberadaan karakter adik-adiknya Sherlock Holmes.

Loh, kok ‘adik-adik’? Ada banyak dong?

Kalau melihat dua film terakhir Sherlock Holmes mulai versi Robert Downey Jr. (layar lebar), sampai Bennedict Cumberbatch (BBC Series), ada perbedaan yang jelas banget.

Yang menarik adalah akhir dari cerita petualangan Sherlock dan Watson. Kalau di versi Guy Ritchie ini memberikan ending yang menggantung. Yaitu, Sherlock diceritakan meninggal dunia karena jatuh dari air terjun, tapi sebenarnya dia hanya bersembunyi dan tidak benar-benar mati.

Sherlock (Robert Downey Jr.) dan Watson (Jude Law) dalam versi Guy Ritchie. Sumber: besttoppers.com

Sedangkan versi Gatiss-Moffat, Sherlock dan Mycroft dipertemukan dengan sosok Holmes lain yaitu Eurus Holmes. Adik perempuan yang dianggap memiliki kecerdasan yang sama dengan Sherlock, tapi punya perilaku jahat.

Sherlock (Benedict Cumberbatch), Watson, dan Mycroft dalam seri BBC. Sumber: dnaindia.com
Sian Brooke berperan sebagai Eurus Holmes dalam serial BBC. Sumber: newsweek.com

Di versi terbaru ini, hadir lagi Enola Holmes, yang juga adik dari Sherlock dan Mycroft Holmes, yang umurnya masih 16 tahun. Enola juga dianggap memiliki kecerdasan tinggi namun dia tidak digambarkan jahat seperti Eurus.

Jadi, Sherlock Holmes beneran punya adik?

Kagak.

Versi novel aslinya, saudaranya Sherlock ya cuma Mycroft doank. Nggak pernah disebutkan apakah Sherlock punya adik perempuan atau enggak di dalam karya asli Arthur Conan Doyle.

Sir Arthur Conan Doyle, penulis asli novel serial Sherlcok Holmes. Sumber: BBC

Untuk Eurus dan Enola Holmes sendiri adalah karakter tambahan dari pencipta yang berbeda. Eurus diciptakan oleh Gatiss dan Moffat yang membuat serial Sherlock Holmes di BBC. Enola diciptakan oleh penulis Nancy Springer dalam novel detektif berjudul An Enola Holmes Mystery, yang terdiri atas 6 judul novel dan ditayangkan oleh Netflix. Baik Eurus atau Enola, mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan naskah asli milik Arthur.

Sinopsis Film Enola Holmes: The Case of The Missing Marquess

Kover depan novel Elona Holmes karya Nancy Springer. Sumber: goodreads.com

Karakter Enola Holmes diperankan oleh Millie Boby Browns. Ia digambarkan sebagai gadis yang bebas karena dibesarkan oleh ibu yang (secara rahasia) terlibat dalam sebuah kelompok misterius. Enola sangat percaya diri dan energic. Ia tidak handal dengan pekerjaan perempuan bangsawan pada umumnya seperti merajut atau memasak. Tetapi, ia handal dengan kemampuan berpikir dan ilmu bela diri jujitsu yang dipelajari dari ibunya, Eudoria Holmes (diperankan Helena Bonham Carter).

Masa muda Enola dihabiskan untuk latihan fisik dan mental. Sumber: imdb.com

Masalah dimulai ketika Enola ditinggal oleh ibunya setelah Enola tidak sengaja melihat pertemuan rahasia antara ibunya dengan sekelompok wanita. Ia meminta bantuan kakak-kakaknya, Mycroft (diperankan Sam Clafflin) dan Sherlock (diperankan Henry Cavill) untuk menemukan ibunya. Akan tetapi, kehadiran mereka tidak sesuai harapan Enola. Mycroft menginginkan Enola tinggal di asrama dan melatih kepribadian, sedangkan Sherlock tidak ingin ikut campur hak Mycroft sebagai wali Enola.

Pertemuan Enola dengan Mycroft dan Sherlock yang tidak sesuai harapan. Sumber: imdb.com

Enola memutuskan untuk kabur dari dua saudaranya dan mencari ibunya dengan berbekal hadiah dari ibunya di hari ulang tahunnya, yang ternyata menjadi jawaban dalam pencarian ibunya. Di perjalanan, ia menolong seorang pemuda yang sedang dalam pelarian yang hendak dibunuh oleh pembunuh bayaran. Ia bernama Marquess. Pemuda itu adalah Lord Tewkesbury yang bersifat progresif dan dianggap berbahaya karena dapat mempengaruhi banyak suara yang merugikan kaum elit. Sebelum pemilihan suara, Lord Tewkesbury harus segera dibunuh agar kekuasaan kaum elit tetap aman.

Lord Tewkesbury diperankan oleh Louis Partridge. Sumber: imdb.com

Di sinilah perjalanan Enola menghadapi kasus pertamanya dimulai.

Baca Juga:  Mengatasi Kebocoran Waktu dengan Aplikasi Absensi KantorKita

Fokus Cerita

Sejak awal cerita, Enola sangat ingin bertemu kembali dengan ibunya. Akan tetapi, perjalanan Enola terombang-ambing karena kehadiran Lord Tewkesbury yang dikejar pembunuh yang membuatnya ikut dikejar oleh si pembunuh bayaran.

Enola mulai menemukan bukti-bukti keberadaan ibunya yang terlibat dengan kelompok berbahaya di sebuah gudang. Penyelidikannya itu ternyata menggiring Enola untuk menyelidiki keluarga Tewkesbury.

Penyamaran Enola di keluarga Tewkesbury. Sumber: imdb.com

Enola menemukan potongan koran di gudang tersebut yang berisi tentang berita pemilihan suara terhadap Lord Tewkesbury. Di tengah penyelidikannya itu, tiba-tiba ia diserang oleh pembunuh bayaran yang menyerang Lord Tewkesbury. Gaun era Victoria yang ia kenakan sebagai penyamaran menyelamatkannya dari tusukan si pembunuh. Hal ini membantunya mengulur waktu untuk memikirkan cara untuk melarikan diri.

Adegan Enola diserang oleh pembunuh bayaran. Sumber: latimes.com

Akibat serangan itu, Enola akhirnya memutuskan membantu Lord Tewkesbury menemukan siapa dalang yang ingin membunuhnya.

Cerita Keluarga yang Berbeda

Dalam cerita Enola Holmes, kita akan menemukan sejumlah peristiwa yang berbeda jauh dari cerita para pendahulunya.

Selain keberadaan sang adik, keluarga dalam cerita Holmes tampak tengah dikupas habis oleh Springer. Jika dalam versi Ritchie tidak banyak cerita keluarga Holmes, selain Mycroft (karena faktor durasi juga kali ya), versi Gatiss-Moffat hanya menonjolkan kerumitan keluarga Holmes di akhir petualangannya.

Holmes Family bersama Eurus, versi BBC. Sumber: reddit.com

Berbeda lagi dengan Springer. Sejak cerita ini dimulai, sang ayah diceritakan sudah meninggal, dan sang ibu, Eudoria, memiliki kelompok rahasia yang berbahaya. Versi ini sangat jauh berbeda dengan dua versi sebelumnya.

Holmes Family versi Netflix dari karya Springer. Sumber: 8days.sg

Karena baru satu seri yang tayang, bisa jadi ada banyak perbedaan yang mungkin muncul di seri-seri berikutnya. Terutama tokoh-tokoh penting seperti Dr. Watson, Irene Adler, atau Moriarty yang menjadi bagian dari cerita utama di dua versi sebelumnya, aku harap di seri berikutnya mereka juga muncul.

Baca Juga:  Kontroversi Makanan GMO: Cara Menghindari

Hot Issue

Kecintaanku terhadap Sherlock Holmes adalah karakternya yang detil terhadap berbagai hal. Dalam novel aslinya, Sherlock pernah berkata bahwa kita tidak boleh mengabaikan hal-hal kecil. Karena di situlah terdapat jawaban yang akan melengkapi potongan-potongan cerita yang tidak utuh.

Tiga pemeran Sherlock Holmes. Sumber: screenrant.com

Sherlock memiliki karakter seorang yang antisosial, yang tidak mudah menunjukkan emosi. Karakter inilah yang menjadi daya tarik seorang Sherlock Holmes di sepanjang petualangan kisahnya.

Nah, dalam versi Netflix ini, Sherlock tiba-tiba menunjukkan sisi hangat sebagai seorang kakak pada Enola. Scene ini yang mungkin cukup mengganggu pandangan penggemar Sherlock yang terkenal dingin.

Adegan Sherlock (Henry Cavill) yang terlalu emosional, menurutku. Sumber: imdb.com

Dan sebelum film ini dirilis, ternyata film ini sempat digugat oleh ahli waris Arthur Conan Doyle. Masalahnya ada pada karakter Sherlock yang tidak sesuai dengan karakter asli dan dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Gugatan ini baru diajukan pada Juni 2020. Jadi masih hot issue banget, karena sampai sekarang pun belum ada kabar tentang siapa yang memenangkan gugatan tersebut.

Kesimpulanku

Kecewa. Awalnya, iya. Karena aku memandang Sherlock sebagai wujud aslinya dalam novel Arthur Conan Doyle. Sehingga aku menilai penampilan Cavill kurang cocok sebagai Sherlock yang tidak suka basa basi, meski dengan saudaranya sendiri.

Tapi di tengah-tengah cerita, aku mencoba melepas Sherlock Holmes asli dan fokus sama perjalanan si Enola. Karena memang dia yang jadi topik utama dalam film ini. Hasilnya, menurutku bagus banget jalan ceritanya. Terutama buat yang suka cerita detektif tapi dikemas cukup ringan. Tidak ada adegan sadis dan adegan dewasa, karena mungkin film ini target marketnya adalah remaja.

Enola melarikan diri bersama Marquess Tewkesbury. Sumber: radiotimes.com

Jadi, kalau mau nonton film ini sama anak sih, oke banget. Dengan catatan anaknya emang suka film genre seperti ini. Kalau nggak suka ya jangan dipaksa, ya, Bun. Heheh.

Saya Okta. Ibu satu anak sekaligus istri seorang guru honorer. Berkepribadian introvert. Dari dulu hobi sekali nulis. Pernah menjadi editor di sebuah penerbitan di Surabaya. Menyukai dunia literasi. Dan sekarang suka sekali menulis tentang apa saja. Saat ini menetap di Kabupaten Nganjuk. Kesibukan saat ini selain menulis adalah mengelola akun kuliner di instagram dan menjalankan bisnis online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.