MOTHERHOOD

Berpuasa Saat Hamil: Apa yang Harus Disiapkan?

Berpuasa saat sedang hamil, secara keilmuan sudah terbukti bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh buruk terhadap janin, selama sang ibu dalam kondisi sehat. Pada 2017, saya berpuasa saat usia kandungan saya masih awal trimester kedua. Selama bulan puasa, saya tidak mendapatkan banyak masalah serius yang disebabkan oleh puasa. Kunci dari berpuasa saat sedang hamil adalah tubuh selalu terhidrasi. Ibu hamil harus memperhatikan hal-hal penting terkait nutrisi yang dibutuhkan dan kendala yang akan dihadapi.

Ini hal yang perlu diperhatikan!

Kesehatan Ibu dan Janin

Berpuasa saat hamil memang baik untuk tubuh ibu dan janin. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para ibu hamil.

  • Cek Kondisi Kesehatan, sebelum berpuasa kita wajib untuk berkonsultasi terlebuih dahulu dengan bidan atau dokter kandungan untuk memastikan tubuh dan janin siap untuk diajak menahan lapar dan dahaga sepanjang hari.
  • Tetap Terhidrasi, kondisi tubuh yang kurang cairan akan sangat membahayakan ibu dan janin. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi selama sahur. Saya biasa menggunakan buah kurma yang direndam air yang didiamkan maksimal 6 jam. Kemudian dicampur dengan susu UHT plain dan diminum. Jumlah kurma tidak lebih dari 5 buah, karena kurma dapat meningkatkan hormon oksitosin yang dapat memicu kontraksi. Jadi, gunakan paling sedikit satu buah kurma, dan paling banyak tiga buah.
  • Tidak Perlu Memaksakan Diri, situasi ini adalah hal yang perlu diperhatikan. Meskipun dulu saya ikut berpuasa Ramadan, bukan berarti saya puasa penuh. Karena metabolisme saya tidak cukup kuat, sehingga saya terkena flu sepanjang Ramadan. Oleh karenanya, saya tidak memaksakan diri berpuasa ketika tubuh saya dalam kondisi yang kurang fit.

 

Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Selama Puasa

Menjadi ibu hamil berbeda dengan yang tidak sedang hamil. Mudah kelelahan menjadi penyebab ibu hamil memiliki perhatian khusus dalam setiap pekerjaan atau aktivitas sehari-hari.

“Pada beberapa kasus, melakukan puasa di masa kehamilan sangat bisa ditoleransi ketika usia kehamilan Ibu menginjak usia trimester kedua.” nutriclub.co.id

Dengan nutrisi yang tepat, ibu hamil dapat menghindari masalah kesehatan saat menjalankan puasa, seperti: dehidrasi, mual, konstipasi, dan sakit kepala. Nutrisi yang dibutuhkan pun harus sesuai dengan gizi seimbang agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga.

  • Protein, protein dibutuhkan karena mampu bertahan lebih lama di dalam pencernaan, sehingga membuat ibu hamil tidak mudah lapar. Selain itu, protein juga baik untuk tumbuh kembang janin. Contohnya ikan, daging, telur, dan kacang-kacangan.
  • Karbohidrat, nutrisi ini sangat penting bagi ibu hamil karena makanan dengan karbohidrat tinggi dapat dicerna lebih lama yang membuat rasa lapar akan datang lebih lama. Contoh makanan berkarbohidrat seperti gandum, oat, nasi merah, kacang-kacangan, dan sebagainya.
  • Kalsium, kalsium membantu ibu hamil dan janin memiliki otot yang kuat. Mengingat beban yang dibawa ibu hamil cukup berat, kalsium sangat penting untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Jumlah kalsium yang dibutuhkan pun tidak boleh berlebihan. Karena jika berlebihan dapat menyebabkan sembelit, menghambat penyerapan zat besi, dan merusak fungsi ginjal. Siasati dengan mengkonsumsi empat jenis makanan mengandung kalsium seperti, susu, yogurt, keju, brokoli, tahu, sereal, buah ara, dan sebagainya.
granola bowl
Menu granola bowl menyajikan nutrisi lengkap dalam satu hidangan. Sumber: taste.com.au

Selain memenuhi nutrisi di atas, ibu hamil juga harus perbanyak minum air putih. Baik saat berbuka maupun saat sahur.

 

Makanan yang Harus Dihindari

Meski ibu hamil makan tidak untuk satu orang, melainkan dua orang, ibu hamil juga wajib menghindari makanan-makanan tertentu yang kurang berfaedah. Atau justru membuat ibu hamil semakin tidak sehat.

  • Makanan tinggi lemak. Makanan ini tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil maupun janin. Selain itu, makanan yang mengandung lemak cukup tinggi dapat menyebabkan masalah pencernaan.
  • Minuman berkafein. Kafein merupakan minuman diuretik, apabila konsumsi kafein lebih dari 200 mg per hari. Akan memicu buang air kecil lebih banyak sehingga menyebabkan dehidrasi.
  • Makanan atau Minuman terlalu manis. Makanan atau minuman yang terlalu manis saat sahur dapat merangsang hormon insulin untuk membakar gula darah. Hal ini dapat membuat ibu hamil semakin lemas dan mudah lapar.

Selain menyusun menu makanan bernutrisi sepanjang bulan puasa, ibu hamil juga tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas fisik yang mengeluarkan energi. Sediakan banyak waktu untuk beristirahat, atau batalkan puasa apabila ibu hamil merasa tidak sanggup berpuasa atau mengalami muntah.

I am Okta, the Oktatopia.com owner. I am a new mother, a wife, and a woman in this universe. I am a new learner of green lifestyle, so feel free to make discuss on the comment board.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.