REVIEW

Kangen dengan 3 Kuliner Khas Malang ini dan Perjalanannya

Suatu hari, saya dapat undangan untuk mencicipi salah satu kuliner di Nganjuk. Undangan itu berasal dari seorang pemilik dealer sepeda motor, yang ingin menyajikan kuliner khas kota tempat tinggalnya, yaitu cwie mie Malang. Seketika itu saya jadi ingat moment waktu masih di Surabaya. Waktu itu saya sering sekali main ke Malang. Setiap saya main ke sana mengunjungi teman SMA yang kuliah di sana, saya sering diajak mencoba beberapa kuliner khas Malang yang belum pernah saya coba di mana pun.

Berikut beberapa kuliner Malang yang pernah saya coba!

 

Tahu Telur Malang

Waktu itu saya baru saja menikmati festival Malang Tempo Dulu di Jl. Ijen. Sepulang dari festival, saya diajak ke sebuah kedai di dekat kos teman saya. Teman saya meminta saya mencoba makanan ini. Ketika disajikan saya mengira ini seperti nasi pecel cuma tidak ada peyeknya. Di atas piring disajikan nasi dengan telur dan tahu yang tertutup bumbu pecel atau bumbu kacang. Setelah saya coba ternyata lebih mirip dengan tahu tek asal Surabaya. Hanya disajikan dengan nasi, bukan dengan lontong.

tahu telur malang
Nasi yang tertutup telur, tahu, dan bumbu petis kacang. Sumber: putratravel.net

Bakso Bakar Malang

Siapa sih yang belum pernah nyobain bakso khas Malang. Sebenarnya saya bingung bedain bakso khas Malang, Solo, atau bakso-bakso di mana pun. Karena menurut saya mereka sama aja. Hihi. Tapi menurut saya bakso bakar di sini sangat mantap bumbunya. Dan menurut saya lagi, Malang adalah pelopor munculnya kuliner bakso-bakso bakar yang mulai menjamur di beberapa kota.

Bakso bakar khas malang
Bakso bakar khas Malang yang mulai menjamur di mana-mana. Sumber: bromotravelindo.com

Lontong Kupang

Kalau bisa dibilang, sebenarnya kuliner ini merupakan khas Sidoarjo. Tapi berhubung Malang juga kota pesisir yang dekat laut, jadi saya tidak heran kalau kuliner ini juga ada di Malang. Namun setelah saya telusuri ternyata memang kuliner dari kerang kecil ini sangat jarang di Malang. Saya hanya merasa beruntung saja bisa menikmati kuliner ini di kota Malang. Rasanya hampir sama seperti yang di Sidoarjo atau Surabaya lho. Biasanya menu dengan lontong ini disajikan dengan bumbu petis dan bawang, lalu disiram kuah pedas berisi kupang yang rasanya unik. Selain itu juga ada kentang goreng yang dibentuk bulat dan sate kerang.

lontong kupang Malang
Lontong kupang Klojen, yang pernah saya singgahi (lupa di warung yang mana). Sumber: pesonajatim.com

Bagi yang belum tahu apa itu kupang, kupang adalah sejenis kerang yang ukurannya kecil. Biasanya ditemukan di sekitar pantai atau di lumpur air asin. Mungkin ada yang tahu cerita asal kupang ini di ‘suatu tempat yang jorok’ yang membuat image kuliner ini menurun. Kalian tidak usah khawatir, kalau di Sidoarjo, hewan ini biasanya sudah diternak jadi tidak perlu lagi membayangkan ‘tempat jorok’ yang dimaksud. Hiihi…

 

Perjalanan ke Malang

Kalau dulu saya sangat menyukai perjalanan ke Malang menggunakan kereta api. Karena bisa melihat pemandangan-pemandangan yang cantik dan alami.

Semakin ke sini, teknologi semakin maju dan bisa memesan tiket melalui online. Mau pesan tiket untuk perjalanan apapun ke Malang juga lebih mudah. Sesekali saya suka cek tiket pesawat ke Malang melalui Pegipegi.

pegipegi
Bisa download aplikasi via playstore. Sumber: Pegipegi.com

Untuk booking tiketnya pun gampang.

  1. Kalian cukup upload aplikasinya di play store dan daftar untuk membuka akun.
  2. Tentukan lokasi keberangkatan dan tujuan.
  3. Isi data kontak penumpang. Biasanya berisi data diri penumpang serta nomor hp penumpang yang bisa dihubungi.
  4. Lakukan pembayaran dengan memilih metode pembayaran yang diinginkan.
  5. Email berisi e-ticket akan dikirimkan di akun email yang didaftarkan.

E-ticket itu nanti yang digunakan sebagai bukti pembayaran tiket sebelum naik ke transportasi yang akan digunakan.

Pengalaman saya memakai Pegipegi untuk memesan tiket perjalanan keluar kota adalah pemesanan tiket berjalan dengan lancar dan bisa pakai potongan juga melalui kode promo yang tersedia dan terbatas. Ini yang paling saya suka kalau beli tiket online. Selain itu, metode pembayarannya menjangkau luas sekali mulai dari menggunakan metode transfer, kartu kredit, bahkan melalui minimarket terdekat. Yang paling saya apresiasi adalah respon cepat customer servicenya. Karena dengan respon cepat, saya jadi lebih nyaman melakukan pemesanan tiket lainnya di lain hari.

I am Okta, the Oktatopia.com owner. I am a new mother, a wife, and a woman in this universe. I am a new learner of green lifestyle, so feel free to make discuss on the comment board.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.